“Selamat tinggal
Tokyo. Kau akan ku kengang selamanya.” Kataku di tengah taman sakura. Aku
Atashi Qyla Imamura gadis keturunan Jepang-Indonesia. Aku lahir di Indonesia,
dan umurku kini 14 tahun.
“Kemana kamu mau
pergi?’’ suaranya mengejutkanku. Kashite Umamotto, remaja tampan yang menjadi
sahabatku sejak aku di Indonesia.
“Aku akan kembali
ke Indonesia untuk sekolah.” Sahutku datar.
“Apa keputusanmu
sudah pasti?” tanya Motto datar.
“Iya. Aku akan
kembali jika aku sudah lulus sarjana nanti.”
“ Selama itukah?”
“Mungkin..” kataku
pasrah
“Aku ingin bicara
sebelum kamu pergi.” Katanya seraya merangkul pundakku.
“Hey, kamu
terlihat tegang, bicaralah!” kataku menggodanya.
“ Aku menyukaimu
sejak kita SD.” wajahnya pucat pasi.
“ Hey, are you
kidding?” kataku terbahak-bahak
“I’m serious.” dia
menatapku tajam.
“Oh, ayolah aku
harus berkemas untuk besok.”
“Tapi aku ingin
kamu menjadi pacarku.” tatapnya tajam.
“ Walaupun aku
punya rasa yang sama denganmu, tapi...”
“Tapi kenapa,
jelas-jelas kita punya rasa yang sama!” ucapnya lirih.
“Long Distance
Relationship?!” kataku heran.
“Why not?” Motto
tersenyum manis.
“ You are my first
love!” kataku mebisik bahagia.
Matahari mulai
redup, tak terasa siang akan pergi diganti dengan hadirnya malam. Ketika
kembali ke rumah, terlihat ayah dan ibu yang sudah mulai berkemas. Pukul
10,11,12, sampai akhirnya aku tertidur entah kapan.
Ku lihat awal hari
cerah, dimana aku harus pergi meninggalkan negara tercinta.
“Hati-hati di jalan, aku akan selalu
menunggumu disini.” tulisan di secarik kertas dengan nama Kashite Umamotto
yang kutemui di depan pintu.
“Perjalanan ke
bandara dengan ibu menyenangkan ya..” kataku pada Ibu ku.
“Apalagi kalau
bersama Motto.” Ibuku meledek.
“Ihh, apa sih Ibu
ini.” gumam ku kesal.
“ Dia sudah cerita
semuanya.” Ibuku tersenyum.
“ Oh, baiklah.”
sahutku datar.
Tanpa aku sadari
kami sudah tiba di bandara. Waktunya untuk cek ini. Masuk kedalam pesawat
denngan rasa sedih.
“Oh baiklah. Tuhan
jaga dia yang jauh dariku.” benakku.
Tidak ada
aktivitas yang kuminati setiap di pesawat selain makan permen, tidur, dan
makan.
“Oh! Fantastic.
Kita sudah di Indonesia.” kataku girang.
Turun dari
pesawat, aku sudah disambut oleh udara Jakarta yang sudah 6 tahun tidak
kuhirup.
Rumahku di Jakarta hanya ditempati oleh
penjaga dan pembantu rumah. Istirahat
untuk melanjutkan hari esok.
Setelah 1 minggu
bersekolah di Jakarta, aku merasa kehilangan seseorang. “Motto!” pekikku dalam
hati.
Saat bel berbunyi
aku masuk ke kelas dengan sedikit malas.
“Hai namaku
Kashite Umamotto, aku pindahan dari Jepang!”
“Suara itu!” aku
tersentak kaget. Laki-laki itu dipersilahkan Bu Guru untuk duduk disampingku,
karena hanya bangku disampingku yang masih kosong.
“ Hey, apa
kau....?” kataku menggantungkan kalimatku.
“ Yes, I am your
first love.” Katanya ramah.
“ Hey! Aku rindu
padamu, bagaimana mungkin?” aku heran.
Motto
menceritkannya padaku dan aku pun sangat senang. Ingin ku selalu bersama
dengannya untuk belajar dan bermain bersama. Oh Tuhan betepa indah cinta yang
ku alami.
Happy Ending J