Jumat, 14 Desember 2012

My First Love

Hmm, maaf yaa baru bisa ngepost lagi... abisnya sibuk hehehe :) langsung aja yaaa!



       .....Ku lirik jam di tanganku. Pukul 09.00, itulah angka yang ditunjukkan jam tangan berwarna soft blue kesukaanku. Musim gugur datang perlahan di negeriku. Sakura indah berguguran menghiasi taman dan angin pagi berhembus membelai rambutku.
“Selamat tinggal Tokyo. Kau akan ku kengang selamanya.” Kataku di tengah taman sakura. Aku Atashi Qyla Imamura gadis keturunan Jepang-Indonesia. Aku lahir di Indonesia, dan umurku kini 14 tahun.
“Kemana kamu mau pergi?’’ suaranya mengejutkanku. Kashite Umamotto, remaja tampan yang menjadi sahabatku sejak aku di Indonesia.
“Aku akan kembali ke Indonesia untuk sekolah.” Sahutku datar.
“Apa keputusanmu sudah pasti?” tanya Motto datar.
“Iya. Aku akan kembali jika aku sudah lulus sarjana nanti.”
“ Selama itukah?”
“Mungkin..” kataku pasrah
“Aku ingin bicara sebelum kamu pergi.” Katanya seraya merangkul pundakku.
“Hey, kamu terlihat tegang, bicaralah!” kataku menggodanya.
“ Aku menyukaimu sejak kita SD.” wajahnya pucat pasi.
“ Hey, are you kidding?” kataku terbahak-bahak
“I’m serious.” dia menatapku tajam.
“Oh, ayolah aku harus berkemas untuk besok.”
“Tapi aku ingin kamu menjadi pacarku.” tatapnya tajam.
“ Walaupun aku punya rasa yang sama denganmu, tapi...”
“Tapi kenapa, jelas-jelas kita punya rasa yang sama!” ucapnya lirih.
“Long Distance Relationship?!” kataku heran.
“Why not?” Motto tersenyum manis.
“ You are my first love!” kataku mebisik bahagia.
Matahari mulai redup, tak terasa siang akan pergi diganti dengan hadirnya malam. Ketika kembali ke rumah, terlihat ayah dan ibu yang sudah mulai berkemas. Pukul 10,11,12, sampai akhirnya aku tertidur entah kapan.
Ku lihat awal hari cerah, dimana aku harus pergi meninggalkan negara tercinta.
Hati-hati di jalan, aku akan selalu menunggumu disini.” tulisan di secarik kertas dengan nama Kashite Umamotto yang kutemui di depan pintu.
“Perjalanan ke bandara dengan ibu menyenangkan ya..” kataku pada Ibu ku.
“Apalagi kalau bersama Motto.” Ibuku meledek.
“Ihh, apa sih Ibu ini.” gumam ku kesal.
“ Dia sudah cerita semuanya.” Ibuku tersenyum.
“ Oh, baiklah.” sahutku datar.
Tanpa aku sadari kami sudah tiba di bandara. Waktunya untuk cek ini. Masuk kedalam pesawat denngan rasa sedih.
“Oh baiklah. Tuhan jaga dia yang jauh dariku.” benakku.
Tidak ada aktivitas yang kuminati setiap di pesawat selain makan permen, tidur, dan makan.
“Oh! Fantastic. Kita sudah di Indonesia.” kataku girang.
Turun dari pesawat, aku sudah disambut oleh udara Jakarta yang sudah 6 tahun tidak kuhirup.
  Rumahku di Jakarta hanya ditempati oleh penjaga  dan pembantu rumah. Istirahat untuk melanjutkan hari esok.
Setelah 1 minggu bersekolah di Jakarta, aku merasa kehilangan seseorang. “Motto!” pekikku dalam hati.
Saat bel berbunyi aku masuk ke kelas dengan sedikit malas.
“Hai namaku Kashite Umamotto, aku pindahan dari Jepang!”
“Suara itu!” aku tersentak kaget. Laki-laki itu dipersilahkan Bu Guru untuk duduk disampingku, karena hanya bangku disampingku yang masih kosong.
“ Hey, apa kau....?” kataku menggantungkan kalimatku.
“ Yes, I am your first love.” Katanya ramah.
“ Hey! Aku rindu padamu, bagaimana mungkin?” aku heran.
Motto menceritkannya padaku dan aku pun sangat senang. Ingin ku selalu bersama dengannya untuk belajar dan bermain bersama. Oh Tuhan betepa indah cinta yang ku alami.
Happy Ending J