Sabtu, 20 Juli 2013

for my stupid monkey:)

annyeong:) hotny pen ceritaaaa:(( kalo ada typo atau salah2 kata maafin yaaaa, ngetik dalam kondisi galau/? hehe:')

Gue itu seorang Kpopers, dan awal thn 2013 gue join di fake world yg namanya RP (roleplayer). Pertama gue join gue rasa ini tempat yg baik buat gue:) RP bikin gue lupa kehidupan real gue:) bikin gue move on dll. gue udah sering punya coeple di RP, tp gatau kenapa gue gaterlalu kebawa real, dan sampe suatu saat gue couplean sama RP Eunhyuk, disitu gue jd YoonA, dan couplean kali ini bener2 kebawa real:( RP Hyuk itu baik bgt, tau semua real gue, dan dia jg bisa ngertiin gue. tapi entahlah gue capek, dia terlalu bnyk yg suka, banya RP lain yg ngejar2 dia:( ibaratkan lo pacaran sama cowok, dan cowok lo itu bnyk yg ngejar2, gimana perasaan kalian sebagai ceweknya? gue udah terlalu sabar kok, walaupun dia gatau seberapa sabarnya gue. banyak pesan2 dan menfess buat couple gue itu, yg isinya tuh dari orang2 yg suka sama dia, gue sebagai couplenya nyesek wey baca itu, dan dia gangerespon cemburunya gue, gue pikir gue bakal baik2 aja sama dia.
Hari ini tgl 20 Juli 2013, hemm H-5 gue sama dia anniv 1 bulan. astaga baru 1 bulan padahal, tp cobaannya bnyk bgt, dan hari ini gue bener2 capek sama semuanya, sama tingkah dia yg gapernah mau nyapa gue duluan, RP2 yg ngejar2 dia, otomatis gue berpikir kalo gue bukan yg terbaik yakaaan, okey gue sms dia, gue kirim dia lirik lagu, gue jg minta maaf ke dia gabisa jd yg terbaik buat dia, gue juga ngeyakinin dia kalo dia bisa dapet cewek yg lebih baik dari gue. gue tau gue gaikhlas kalo dia couplean sama cewek lain nanti, tapi gue tau gue itu buruk dan gapantes buat jd couple dia. gue mau minta keputusan dari dia, tp dia malah bilang cuma ngikut gue ajaaaa, huft gue udah capek sm jawaban dia yg kyk gitu, seakan2 gue selalu digantungin:) dan akhirnya ada sms ini.
From: Mnyt:*<+62***********>

Date time: 07-20-2013 15:21:32

Content: Kl bebek mnta putus okey, onyet terima, maaf kl onyet dah bkin slah, n onyet hrap bebek bsa dpt namja yg lbih baik dr onyet thanks for all,

Dan pukul 15:21 kita udah bener putus di RP. jujur kalo dibilang nyesek gue nyesek bgt, gue udah anggap dia real, dan ternyata? kita harus putus. Gue tau sebabnya cuma karna gue cemburu, gue tau gue egois, tapi gue jg capek buat selalu ngetik emot smile buat anak2 RP lainnya. Kenapa gue harus ngetik emot smile sedangkan gue salalu sad? oh gue ngerti, itu namanya fake smile:) di RP gue udah gapunya siapa2 dan gakuat buat terus mainin acc RP itu, bnyk bgt kenangan gue sama  dia yg harus gue lupain dan gue tau itu gabisa!! rencananya acc RP gue mau gue deact dan ternyata gue jg gamau kehilangan acc itu, acc itu kenang2an buat gue, kalo gue pernah join di fake world dan ketemu sama couple yg gue syg dan hari ini putus:) Gue ngetweet buat terakhir kalinya ijin gue ke TL gue kalo gue leave, finally acc gue itu gue protect dan selesai kehidupan gue di RPW:) ilysm stupid monkey yg pernah jd couple gue:)

Jumat, 14 Desember 2012

My First Love

Hmm, maaf yaa baru bisa ngepost lagi... abisnya sibuk hehehe :) langsung aja yaaa!



       .....Ku lirik jam di tanganku. Pukul 09.00, itulah angka yang ditunjukkan jam tangan berwarna soft blue kesukaanku. Musim gugur datang perlahan di negeriku. Sakura indah berguguran menghiasi taman dan angin pagi berhembus membelai rambutku.
“Selamat tinggal Tokyo. Kau akan ku kengang selamanya.” Kataku di tengah taman sakura. Aku Atashi Qyla Imamura gadis keturunan Jepang-Indonesia. Aku lahir di Indonesia, dan umurku kini 14 tahun.
“Kemana kamu mau pergi?’’ suaranya mengejutkanku. Kashite Umamotto, remaja tampan yang menjadi sahabatku sejak aku di Indonesia.
“Aku akan kembali ke Indonesia untuk sekolah.” Sahutku datar.
“Apa keputusanmu sudah pasti?” tanya Motto datar.
“Iya. Aku akan kembali jika aku sudah lulus sarjana nanti.”
“ Selama itukah?”
“Mungkin..” kataku pasrah
“Aku ingin bicara sebelum kamu pergi.” Katanya seraya merangkul pundakku.
“Hey, kamu terlihat tegang, bicaralah!” kataku menggodanya.
“ Aku menyukaimu sejak kita SD.” wajahnya pucat pasi.
“ Hey, are you kidding?” kataku terbahak-bahak
“I’m serious.” dia menatapku tajam.
“Oh, ayolah aku harus berkemas untuk besok.”
“Tapi aku ingin kamu menjadi pacarku.” tatapnya tajam.
“ Walaupun aku punya rasa yang sama denganmu, tapi...”
“Tapi kenapa, jelas-jelas kita punya rasa yang sama!” ucapnya lirih.
“Long Distance Relationship?!” kataku heran.
“Why not?” Motto tersenyum manis.
“ You are my first love!” kataku mebisik bahagia.
Matahari mulai redup, tak terasa siang akan pergi diganti dengan hadirnya malam. Ketika kembali ke rumah, terlihat ayah dan ibu yang sudah mulai berkemas. Pukul 10,11,12, sampai akhirnya aku tertidur entah kapan.
Ku lihat awal hari cerah, dimana aku harus pergi meninggalkan negara tercinta.
Hati-hati di jalan, aku akan selalu menunggumu disini.” tulisan di secarik kertas dengan nama Kashite Umamotto yang kutemui di depan pintu.
“Perjalanan ke bandara dengan ibu menyenangkan ya..” kataku pada Ibu ku.
“Apalagi kalau bersama Motto.” Ibuku meledek.
“Ihh, apa sih Ibu ini.” gumam ku kesal.
“ Dia sudah cerita semuanya.” Ibuku tersenyum.
“ Oh, baiklah.” sahutku datar.
Tanpa aku sadari kami sudah tiba di bandara. Waktunya untuk cek ini. Masuk kedalam pesawat denngan rasa sedih.
“Oh baiklah. Tuhan jaga dia yang jauh dariku.” benakku.
Tidak ada aktivitas yang kuminati setiap di pesawat selain makan permen, tidur, dan makan.
“Oh! Fantastic. Kita sudah di Indonesia.” kataku girang.
Turun dari pesawat, aku sudah disambut oleh udara Jakarta yang sudah 6 tahun tidak kuhirup.
  Rumahku di Jakarta hanya ditempati oleh penjaga  dan pembantu rumah. Istirahat untuk melanjutkan hari esok.
Setelah 1 minggu bersekolah di Jakarta, aku merasa kehilangan seseorang. “Motto!” pekikku dalam hati.
Saat bel berbunyi aku masuk ke kelas dengan sedikit malas.
“Hai namaku Kashite Umamotto, aku pindahan dari Jepang!”
“Suara itu!” aku tersentak kaget. Laki-laki itu dipersilahkan Bu Guru untuk duduk disampingku, karena hanya bangku disampingku yang masih kosong.
“ Hey, apa kau....?” kataku menggantungkan kalimatku.
“ Yes, I am your first love.” Katanya ramah.
“ Hey! Aku rindu padamu, bagaimana mungkin?” aku heran.
Motto menceritkannya padaku dan aku pun sangat senang. Ingin ku selalu bersama dengannya untuk belajar dan bermain bersama. Oh Tuhan betepa indah cinta yang ku alami.
Happy Ending J

Jumat, 22 Juni 2012

Ku Bersyukur atas Hidupku



Sebuah keluarga kecil yang hidup kekurangan, keterbatasan ekonomi, dan juga teramat sederhana. Kepala keluarganya bernama Pak Yohanes, dia tinggal bersama istrinya bernama Ibu Maria, anak laki-lakinya bernama Fajar, dan anak perempuannya bernama Nina.

“Bu, kapan ya aku dan kakak bisa bersekolah lagi seperti dulu ?” tanya Nina kepada ibunya dengan nada sedikit sedih.
“Adik, kamu tidak boleh seperti itu, kita bisa makan setiap hari saja sudah syukur.” kata Fajar menasehati adiknya.

“Kakakmu benar Nina, kita harus bisa mensyukuri atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita, jika kamu ingin sekolah, kamu harus berusaha dan jangan lupa berdoa kepada Tuhan.” ibu ikut memberi pengertian pada Nina.

“ Iya bu, sekarang Nina mengerti betapa pentingnya hidup bersyukur.”
Suatu ketika Fajar dan Nina sedang mengumpulkan botol-botol minuman bekas. Seoarang teman Fajar dulu saat bersekolah menghampiri Fajar dan adiknya.
“Hai, sedang apa kamu dan adikmu ditempat kotor seperti ini ?” kata teman Fajar yang bernama Cathy.
“Hai Cathy, aku sedang bekerja untuk mencukupi kebutuhanku dan keluargaku.”
“Aku begitu kagum kepadamu Fajar, saat bersekolah dulu kamu selalu membantu orang tuamu sepulang sekolah. Kamu begitu mandiri, sedangkan aku hanyalah siswi SMP yang masih manja.”
“Cathy, kamu tidak boleh berkata seperti itu, aku bekerja karena keluargaku kekurangan, jika kamu ingin bekerja, untuk apa ? Orang tuamu masih sanggup membiayaimu dan mencukupi semua kebutuhanmu.”
“Tetapi orang tuaku selalu meminta aku untuk mandiri.”
“Mungkin maksud orang tuamu seperti merapikan kamarmu. Walaupun kamu memiliki pembantu, tetapi kamarmu atau segala sesuatu milik pribadimu perlu kamu jaga dan rawat sendiri.

Mendengar perkataan Fajar, Cathy hanya bisa tertegun sambil merenung. “Iya, mungkin kamu benar. Memang selama ini aku tak pernah peduli terhadap barang-barangku.”
“Kak Fajar, ayo sudah sore, kita masih harus bekerja.” kata Nina yang sedari tadi diam berusaha mengingatkan kakaknya.

Lalu Fajar dan Nina pun berpamitan pada Cathy, lagipula sudah sore, Cathy juga harus pulang. Hari sudah malam, keluarga Pak Yohanes hanya bisa tidur di dalam gubuk kardus yang kecil dengan beralaskan koran, dingin malam yang menusuk kalbu sudah tak berarti lagi bagi keluarga itu.
Hari telah berganti, pagi-pagi buta, Fajar sudah bekerja memulung botol-botol minuman bekas. Sesekali ia melewati SMP Harapan Bangsa tempat ia bersekolah dulu. Fajar pun tidak jarang bertemu dengan teman - teman satu kelasnya dulu. Jika ditanya tentang keadaannya, Fajar selalu menjawab dengan jujur mengenai kondisi keluarganya. Ternyata teman- teman Fajar termasuk Cathy merasa iba dan simpati kepada Fajar dan keluarganya. Mereka berusaha mengumpulkan sumbangan untuk Fajar berupa uang, pakaian, atau makanan. Itu semua didapat dari siawa yang menyisihkan uang jajan, berjualan, ada pula yang meminta tambahan dari orang tua untuk membantu keluarga Fajar
Seminggu berlalu, Cathy dan kawan-kawan akan menghitung semua hasil jerih payah mereka selama satu minggu ini dan secara kebetulan Fajar melewati SMP Harapan Bangsa.
“Fajar.........” teriak Cathy dan teman-temannya. “Iya, ada apa ?” tanya Fajar kebingungan.
“Kami hanya ingin memberikan ini. Walapun hanya pakaian sederahana, makanan kecil dan sedikit uang. Semoga ini semua bisa sedikit membantu kamu dan keluarga kamu.” kata Doni.
“Oh iya, aku juga memiliki baju seragam SD, walapun bekas aku pakai, tetapi masih bagus, bisa digunakan untuk adik kamu.” kata Tina.

Pada hari Senin, Fajar dan Nina mulai bersekolah. Bersekolah kembali dan berkumpul bersama teman-teman. Sepertinya aku tidak ingin lagi meninggalkan kewajibanku bersekolah sebagai pelajar, Begitulah kata-kata yang terucap dalam batin Fajar.

Saat Fajar sampai di ruang kelas, Fajar disambut oleh teman-teman sekelasnya, “Selamat datang untuk Fajar di kelas 8h....” teriak Doni, ia adalah ketua kelas 8h. Tidak hanya Doni, teman-teman yang lain pun ikut menyambut kedatangan Fajar dengan spontan. Fajar seakan-akan tak dapat berkata-kata lagi. Dia sangat senang dan terharu atas apa yang telah diberikan teman-temannya. Pelajaran pertama dimulai. Seakan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bersekolah, ia belajar dengan sangat tekun.

Setelah bersekolah selama seminggu, ia sering mendapat pujian dari teman-teman bahkan guru-gurunya. Baik pujian dari nilainya yang bagus maupun sikapnya yang baik. Begitu pula dengan adiknya Nina. Ia begitu senang dengan kembalinya dia bersekolah. Nina juga disambut baik dengan teman-temannya. Tetapi lain halnya dengan Fajar, Nina tidak begitu memanfaatkan waktu belajarnya di sekolah dengan baik. Ia tumbuh sebagai pelajar yang biasa-biasa saja.
Hampir satu semester Fajar bersekolah lagi dan ia telah dikenal banyak guru dan teman-teman, ia terkenal karena kepandaiannya. Hingga pada suatu hari, Fajar dipanggil oleh Kepala Sekolah.
“Fajar, setelah bel masuk, kamu segera ke ruangan Bapak Kepala Sekolah, beliau ingin bertemu dengan mu.” kata pak Rohman sebagai wali kelas Fajar.
“Baik pak, tapi ada apa sebenarnya? Mengapa saya sampai harus berurusan dengan Kepaala Sekolah ?” Fajar heran bercampur ketakutan.
“Bapak tidak tahu, tetapi ada hal penting yang ingin dibicarakan bapak Kepala Sekolah pada kamu.” “Baiklah pak..”
Tepat pukul 06.30 bel masuk pun berbunyi, semua siswa-siswa ingin memasuki kelas terkecuali Fajar yang keluar kelas ingin menemui Bapak Kepala Sekolah. “Fajar, kamu mau kemana, sekarang kan sudah bel masuk, nanti kamu dimarahi oleh guru jika sudah bel masuk tapi kamu masih di luar kelas.” kata Doni mengingatkan Fajar. “Aku mau ke ruang Kepala Sekolah Don. Tadi sebelum bel masuk Pak Rohman memanggil aku dan menyuruh ku datang ke ruang Kepala Sekolah. Karena Kepala Sekolah ingin berbicara penting padaku.” “Baiklah, aku rasa itu bukan hal buruk karna kamu itu anak yang pintar dan baik.” “Oke, Terima kasih Don, aku pergi dulu..” kata Fajar sambil berjalan menuju ruang Kepala Sekolah

“Permisi Pak, selamat pagi” kata Fajar sambil mengetuk pintu ruangan Pak Heru yang adalah Kepala Sekolah SMP Harapan Bangsa. “Silahkan masuk.” kata Pak Heru dari dalam ruangan.
“Maaf Pak, ada apa saya dipanggil keruangan Bapak ?”
“Saya mau bertanya dan tolong kamu jawab sejujurnya.”
Fajar hanya tertunduk dan terdian. Ia makin cemas dan tegang, ia takut mendapat masalah dan tidak bisa bersekolah lagi.
“Dimana orang tuamu bekerja ?”
“Orang tua saya hanya bekerja sebagai pemulung Pak.” kata Fajar tertunduk.
“ Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung. Saya dengar dari banyak guru bahwa kamu anak yang baik, pandai, rajin, dan sopan.”
“Maaf pak, saya bersekolah disini karna bantuan dari teman-teman saya dan kerja keras orang tua saya. Saya tidak ingin mengecewakan mereka, jadi saya berusaha melakukan yang terbaik dengan belajar.”
“Kamu memang anak yang baik dan pandai. Saya berhak memberikan ini padamu.” ucap Pak Heru kagum sambil memberikan sebuah gulungan kertas. “Ini adalah beasiswa untukmu, sekolah akan menanggung semua keperluan sekolahmu selama kamu bersekolah disini, mungkin jika kamu berprestasi lebih lagi, sekolah akan membiayaimu sampai kamu SMA.”
“Pak, apa bapak tidak main-main dengan ucapan bapak ? Saya sangat senang, karena saya bisa sedikit mengurangi beban kedua orang tua saya.”
“Oh iya, hampir Bapak lupa. Ini Bapak ada sedikit rejeki, tolong kamu berikan pada orang tuamu, semoga bermanfaat untuk keluargamu nak. Titipkan salam Bapak untuk orang tuamu juga.”
“Baik Pak, sekali lagi saya berterima kasih, saya berjanji akan belajar lebih giat lagi untuk kedua orang tua saya.”
“Baik, sekarang kamu boleh kembali ke kelas kamu.”
“Terima kasih Pak. Selamat pagi.”
Kriiing... kriiing... kriiing.... Bel pulang telah berbunyi. Siswa-siswi pun berhamburan keluar kelas memadati pintu gerbang. Fajar pun segera pulang ke rumahnya, tak sabar ingin memberitahu berita bahagia ini pada orang tuanya.
“Siang bu... siang pak...”
“Siang nak, bapakmu belum pulang. Ada apa ini tidak seperti biasanya, hari ini nampak lebih ceria.”
“Ibu, Fajar mendapat beasiswa dari sekolah, yang berarti semua keperluan sekolah Fajar selama bersekolah akan di penuhi. Bahkan kata Pak Kepala Sekolah, jika Fajar terus berprestasi, Fajar akan dibiayai sampai SMA.”
“Wah, anak ibu memang pandai. Nina harusnya kamu bisa seperti kakakmu.”
“Baiklah bu, Nina akan belajar supaya bisa seperti kak Fajar.” kata Nina yang sambil melirik ke Fajar yang sejak tadi tertawa kegirangan.

Hari sudah sore, Fajar sedang membantu Ibu menjual botol-botol bekas. Hingga pada malam hari tiba saatnya Fajar belajar di tempat seadanya. Di rumput beralaskan koran dengan penerangan lilin seadanya. Walaupun dengan kondisi begitu, itu tidak mematahkan semangat Fajar untuk belajar.

Lain halnya dengan Nina, ia masih sedikit malas belajar, mungkin dalam satu hari ia hanya menghabiskan waktu belajar 2 jam di rumah. Sangat berbeda jauh dengan Fajar yang kemana-mana selalu membawa buku pelajaran.

Mentari pagi mulai bersinar, seperti biasanya setelah bangun tidur, Fajar dan Nina telah terbiasa berdoa. Setelah itu mereka bergegas mandi, sarapan lalu berangkat ke sekolah. Karena sekolah Nina dekat, ia berangkat dengan berjalan kaki. Sedangkan Fajar berangkat naik sepeda yang baru dibelinya menggunakan hasil dari ia menabung.

Besok adalah hari pembagian Laporan Hasil Belajar di SMP Harapan Bangsa. Semua wali murid wajib hadir untuk mengambil LHB milik anaknya masing-masing. Pada saat pembagian LBH, wali kelas akan mengumumkan siswa yang masuk peringkat 10 besar.
“ Bu, hari ini ada pembagian LHB, lebih baik ibu mandi, supaya kita ke sekolah bersama-sama.” kata Fajar kepada Ibunya. Setelah sampai di sekolah, orang tua murid sudah berdatangan ke kelas 8h. Tidak lama kemudian, Pak Rohman sebagai wali kelas segera membuka acara.
“ Selamat pagi bapak-bapak dan ibu-ibu, terima kasih atas kehadirannya pada pagi hari ini dalam rangka Pembagian Laporan Hasil Belajar Siswa- Siswi SMP Harapan Bangsa. Pertama-tama saya akan membacakan nama 10 siswa yang termasuk peringkat 10 besar, peringkat 10 Viana, 9 Nila, 8 Bimo, 7 Chiko, 6 Dina, 5 Galih, 4 Raka, 3 Cathy, 2 Doni, dan inilah yang ditunggu-tunggu. Peringkat 1 di kelas 8h ini juga termasuk peringkat ke dua dari seluruh kelas 8 yang ada di SMP Harapan Bangsa, ia bernama Fajar Immanuel Saputra. Dan akhirnya siswa di kelas 8h , 100% naik kelas. Selamat untuk semua siswa kelas 8h secara khusus yang mendapat peringkat 10 besar.”

“Fajar, aku tidak menyangka kamu bisa mendapat peringkat 1 di kelas dan peringkat 2 di sekolah. Kami sebagai teman hanya bisa mengucapkan selamatya..” kata Cathy yang disambung ucapan selamat dari siswa yang lain untuk Fajar.

Di kelas XI, Fajar terus berprestasi. Ia sering mendapatkan penghargaan, piagam, bahkan piala dari berbagai perlombaan. Fajar menjadikan ucapan Pak Heru sebagai motivasi dan semangat belajar.

Pada semester I, ia berhasil mendapatkan peringkat 1 di kelas 9a dan peringkat 1 di SMP Harapan Bangsa. Begitu juga pada semester II.

“Ibu tidak menyangka begitu hebatnya kamu nak,”
“Ini belum selesai bu, aku masih harus menyelesaikan Ujian Nasional.”
“Berjuanglah terus nak, demi mimpi yang kau cita-citakan.”
Hari Ujian Nasional pun tiba, selama empat hari Fajar berjuang habis-habisan demi kelululsan yang memuaskan. Ia berprinsip untuk apa hanya sekedar lulus jika hasilnya tidak begitu memuaskan. Prinsip itulah yang terus mengejar Fajar pada cita-citanya.
Sampai pada harinya. Pengumuman kelulusan, Bapak Kepala Sekolah mengatakan bahwa di SMP Harapan Bangsa terdapat siswa dengan nilai tertinggi di DKI Jakarta.
“ Selamat pagi anak-anak, kita harus bersyukur, karena ada seorang siswa yang telah mengangkat nama sekolah kita. Ia adalah siswa dengan nilai ujian tertinggi di DKI Jakarta. Siswa itu berasal dari kelas 9a , ia bernama Fajar Immanuel Saputra . Sekali lagi saya sebagai Kepala Sekolah yang mewakili guru-guru, teman-teman, dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya. Dan kepada Fajar diharapkan maju ke depan.” kata pak Heru dari atas mimbar.
“Terima kasih Tuhan, aku tahu aku bisa seperti ini karena Engkau yang memimpinku. Keberhasilanku ini kupersembahkan untuk teman-temanku, guru-guruku, dan keluargaku tercinta. Sekali lagi terima kasih.”
Akhirnya Fajar lulus SMP menuju ke SMA dengan beasiswa yang diraihnya dan ia tetap berusaha sampai mendapatkan apa yang dicita-citakan .



-SELESAI-

Jumat, 09 Maret 2012

ten 2 five - i will fly

Intro:
C Em Dm G
C Em Dm G
Verse I:
C Em 
You know all the things I've said
Dm
You know all the things that we have done
G
The things I gave to you

C Em
Is there a chance for me to say
Dm
How precious you are in my life
G Em
And you know that is true

*
Am Em
To be with you is all that I need, coz with you

my life seems brighter
Dm G
and these are all the things I wanna say


Chorus:
C Em Dm G
I will fly into you arms and be with you till the end of time
C Em Dm G
Why are you so far away, you know it's very hard for me to get myself close
C
to you

Intro: C Em Dm G

Verse II:
C Em
You're the reason why I stay
Dm
You're the one who cannot believe
G
Our love will never end
C Em
Is it only in my dream
Dm
You're the one who cannot see this
G Em
How could you be so blind

*
Am Em
To be with you is all that I need, coz with you

my life seems brighter
Dm G
and these are all the things I wanna say


Chorus:
C Em Dm G
I will fly into you arms and be with you till the end of time
C Em Dm G
Why are you so far away, you know it's very hard for me to get myself close
D
to you

overtune to D
D F#m Em A

Bridge:
D F#m Em A
I wanna get, I wanna get, I wanna get myself close to you
D F#m Em A
I wanna get, I wanna get, I wanna get myself close to you

Repeat chorus Twice
D F#m Em A
I will fly into you arms and be with you till the end of time
C F#m Em A
Why are you so far away, you know it's very hard for me to get myself close
D
to you
C F#m Em A
I will fly into you arms and be with you till the end of time
C F#m Em A
Why are you so far away, you know it's very hard for me to get myself close
D
to you

F#m Em A
oh oh oh oh ooo.......

D F#m Em A
I wanna get, I wanna get, I wanna get myself close to you
D
I wanna get myself close to you

RAISA-APALAH (ARTI MENUNGGU

[intro] E A C Am B 
E     A          G#m
telah lama aku bertahan F#m     B                  E
demi cinta wujudkan sebuah harapan A        G#   C#m         A
namun ku rasa cukup ku menunggu
           F#m    B
semua rasa tlah hilang [chorus] E               C#m
sekarang aku tersadar
      F#m                   B
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
   G#        C#m   B
apalah arti aku menunggu
     A        Am       E
bila kamu tak cinta lagi

[int] G#m C#m D A        G#   C#m         A
namun ku rasa cukup ku menunggu 


           F#m    B
semua rasa tlah hilang [chorus] E               C#m
sekarang aku tersadar
      F#m                   B
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
   G#        C#m   B
apalah arti aku menunggu
     A        Am       E
bila kamu tak cinta lagi
A               G#m
dahulu kaulah segalanya F#m  B         E
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku A              G#m       C#m
namun sekarang aku mengerti
       F#m         G#m       A             B
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang semu

[chorus:overtone] F               Dm
sekarang aku tersadar
       Gm                    C
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
    A        Dm
apalah arti aku menunggu
     A#       A#m
bila kamu tak cinta lagi
F               Dm
sekarang aku tersadar
      Gm                    C
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
    A         Dm
apalah arti aku menunggu
     A#       A#m  C   F
bila kamu tak cinta lagi

[outro]Gm C F 










Acha Septriasa- Sampai Menutup Mata

Intro : C - G 
G             D    
Embun di pagi buta 
Em             Bm
menebarkan bau asa
C                G
detik demi detik ku hitung
 A                D
inikah saat ku pergi
(*)
G              D
Oh tuhan ku cinta dia
Em             Bm
Berikanlah aku hidup
C                G
takkan ku sakiti dia
A                   D   B
hukum aku bila terjadi
Reff :
 Em                    Am
aku tak mudah untuk mencintai
 D                       G
aku tak mudah mangaku ku cinta
 C                Gdim   F#7
aku tak mudah mengatakan
       B      B7
aku jatuh cinta
  Em                    Am
Senandungku hanya untuk cinta
  D                   G
tirakatku hanya untuk engkau
  C            Am    
tiada dusta sumpah ku cinta
          B7         Em D C G
sampai ku menutup mata
     Am           B7          G
Cintaku sampai ku menutup mata
Intro : G - Cm - G - Cm
Back to (*), Reff
Outro : G - Cm - G - Cm - G

Yui - Oh Yeah !

G Am7 C D
Nori okuretara zenbu iyan naru
koto ga aru desho
G am7 C D
Demo oikakete ochitsuite tori


modosanakya dame dayo tte
C9 C C9 C
Baby wakatteru kara
G4 G G4 G
Baby isoiderun dayo
A# F D D4 D
Baby eki made hashiru yo
G Am7
Atarashii asa
C D
Hajimari no yokan ga suru mae

ni densha no naka
G Am7
OH YEAH giri giri sa
C D
Tokei no hari wo nan to ka shite
hoshii
G Am C
um FU um FU um FU
D
kibou no asa da
G Am C
um FU um FU um FU
D
chansu wo nogasu na
G Am7
Hayaoki dekireba
C D
Kaaten no mukou ni mieteru
G Am7
Asayake to hanasun da
C D
Kanarazu mikata shite kure sou
da
C9 C C9 C
Baby hon no sukoshi
G4 G G4 G
Baby chigau sutaato ni
A# F D D4 D
Baby yoyuu no midashinami
G Am7
Atarashii kutsu


C D
Hajimete no kibun ni nareru nara
sore mo ii ne
G Am7
OH YEAH kuyandeta
C D
Kinou ni sayonara sa karatto
yukun da
G Am7 C
um FU um FU um FU
D
kibou no asa da
G Am7 C
um FU um FU um FU
D
suteki na koto da
C9 C C9 C
honto wa kitai shiteru yo
G4 G G4 G
honto ni yaru shika nain dayo
A# F D
soro soro ugoki hajimeru yo
G Am7
Atarashii asa
C D
Hajimari no yokan ga shiteru
nanika ga ari sou da
G Am7
OH YEAH giri giri sa
C D
Tokei no hari wa tadashiku
susunderu
G Am7 C
um FU um FU um FU
D
kibou no asa da
G AM7 C
um FU um FU um FU
D
chansu wo nogasu na